SURABAYA –Pilarmaritim.com – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hang Tuah (UHT) berkolaborasi dengan komunitas Bunda Milenial Surabaya menggelar Festival Nusantara 2026 di Graha Samudra Ganesa UHT, Kamis (22/10/2026). Kegiatan tahunan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk melestarikan budaya Indonesia sekaligus mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan.
Mengusung tema “Merayakan Keberagaman, Mencintai Indonesia”, Festival Nusantara 2026 dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP UHT, Dr. M. Husni Tamrin, S.AP., M.KP. Berbagai kreasi seni dan budaya Nusantara ditampilkan mahasiswa, mulai dari tari Remo khas Jawa Timur hingga medley lagu-lagu daerah dari berbagai penjuru Indonesia.
Menariknya, mahasiswa tidak sekadar menampilkan pertunjukan seni. Mereka juga mengajak pengunjung memahami nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam tarian dan lagu daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.

Dekan FISIP UHT, Dr. M. Husni Tamrin, S.AP., M.KP., mengatakan Festival Nusantara menjadi salah satu upaya kampus dalam menanamkan nilai kebangsaan, memperkuat toleransi, serta menumbuhkan kecintaan mahasiswa terhadap keberagaman budaya Indonesia.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami keberagaman sebagai kekayaan bangsa, tetapi juga mampu menjaga dan melestarikannya. Mahasiswa sebagai generasi penerus harus memiliki kepedulian terhadap budaya Nusantara sekaligus mengembangkan kreativitas, inovasi, dan jiwa kewirausahaan,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, komunitas, dan pelaku UMKM juga menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan akademik tidak hanya memberikan pengalaman belajar, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi pelestarian budaya dan pengembangan potensi lokal.

Ketua Pelaksana Festival Nusantara 2026, Indah Pramesti Istiyanti, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar generasi muda semakin mengenal dan memahami makna budaya Nusantara melalui pendekatan yang kreatif dan menarik.
Nilai-nilai filosofis jajanan tradisional diperkenalkan melalui pertunjukan teatrikal agar lebih mudah dipahami dan tetap relevan bagi generasi muda. Mahasiswa juga menggelar bazar jajanan dan minuman tradisional sebagai sarana mengembangkan jiwa kewirausahaan.
Tidak hanya menyajikan beragam kuliner khas Indonesia, mahasiswa turut memperkenalkan kopi Nusantara. Pengunjung diajak berdiskusi mengenai karakteristik kopi dari berbagai daerah, sehingga kegiatan ini sekaligus menjadi ruang edukasi budaya dan pengenalan potensi produk lokal.
Festival Nusantara merupakan agenda rutin FISIP UHT yang telah diselenggarakan sejak 2023. Kegiatan ini difasilitasi Laboratorium Manajemen dan Kebijakan Publik FISIP UHT, dengan melibatkan mahasiswa Program Studi Administrasi Publik serta mahasiswa Administrasi Bisnis yang mengikuti mata kuliah Pemasaran Bisnis dan Kreativitas dan Inovasi.
Dosen pendamping mahasiswa Kelas Pancasila, Deasy Arieffiani, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini semakin istimewa karena melibatkan komunitas Bunda Milenial Surabaya dalam upaya melestarikan kebaya Nusantara.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui peragaan busana yang menampilkan beragam model kebaya tradisional, seperti Kebaya Kutu Baru, Kebaya Janggan, Kebaya Kartini, dan Kebaya Encim. Melalui fashion show tersebut, mahasiswa tidak hanya memperkenalkan keindahan busana tradisional, tetapi juga mengangkat filosofi dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
“Festival Nusantara kali ini juga menggandeng komunitas Bunda Milenial Surabaya dalam melestarikan Kebaya Nusantara. Mahasiswa tidak hanya memakai berbagai busana adat Nusantara, tetapi juga merefleksikan makna filosofis dari Kebaya Kutu Baru, Kebaya Janggan, Kebaya Kartini, dan Kebaya Encim dalam sebuah fashion show,” ujar Deasy.
Menurutnya, kolaborasi lintas komunitas dan program studi ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, memperluas wawasan budaya, serta belajar menerapkan pengetahuan akademik melalui kegiatan nyata.
Festival Nusantara 2026 turut dihadiri mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan paguyuban UMKM Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya. Kehadiran pelaku UMKM tersebut memperkuat hubungan FISIP UHT dengan masyarakat, termasuk mitra kelurahan binaan UHT.
Salah satu pegiat UMKM yang menjadi juri lomba fashion show, Lindarti Moedjito, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, Festival Nusantara mampu memadukan pelestarian budaya dengan pembelajaran kewirausahaan dalam satu rangkaian acara.
Mahasiswa tidak hanya didorong untuk mengenal dan memahami filosofi budaya Indonesia, tetapi juga memperoleh pengalaman mengembangkan produk, memasarkan kuliner tradisional, dan memperkenalkan potensi usaha kepada masyarakat.
Dukungan juga disampaikan Ketua Pengurus Bunda Milenial Surabaya, Dr. Rr. Dyah Eko Setyowati, S.E., S.Sos., M.M., yang turut menjadi sponsor sekaligus Ketua Dewan Juri fashion show.
Ia mendukung konsistensi FISIP UHT dalam menghadirkan kegiatan yang mewadahi potensi generasi Z sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya Nusantara. Upaya tersebut dinilai penting di tengah derasnya pengaruh budaya populer global, termasuk K-Pop, serta gaya hidup konsumtif yang berkembang melalui media sosial.
Melalui Festival Nusantara, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penikmat budaya, tetapi juga berperan aktif menjaga, memahami, dan memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada masyarakat
Festival Nusantara 2026 ditutup dengan penyerahan trofi kepada para pemenang dalam sejumlah kategori, di antaranya Putri Bunda Berkebaya, Busana Favorit, dan Pelopor Startup Kuliner.
Sejumlah mahasiswa yang tercantum sebagai penerima penghargaan antara lain Zaki Sadya Bakasdo, Ayudya Putri Pradivya, Elisa Putri Vinata, Valencia Ellen Chandra Susanti, Muhammad Irfan Fadhlurrahman, Azizatul Munawaroh, Dewi Amaliyah Firnanda, dan Yaashinta.
Melalui kegiatan ini, FISIP UHT menegaskan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan. Festival Nusantara menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berkarya, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.
