Jalan Rusak Parah di Desa Tambak, Warga Geram: Dana Desa Miliaran Rupiah Dipertanyakan
Sampang — Kondisi jalan penghubung antar dusun di Desa Tambak, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, menuai kemarahan warga. Jalan yang selama bertahun-tahun hanya berupa tanah liat pegunungan kini rusak parah, licin saat hujan, rawan longsor, dan dinilai tidak layak disebut sebagai akses transportasi desa.
Hasil investigasi tim awak media di lapangan menunjukkan, kerusakan jalan terjadi di beberapa titik vital yang menjadi jalur utama aktivitas warga, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga akses layanan kesehatan. Ironisnya, kondisi ini terjadi di tengah kucuran Dana Desa yang nilainya mencapai miliaran rupiah setiap tahun.
Dana Desa Desa Tambak (Data Resmi)
Berdasarkan data penyaluran Dana Desa yang tercantum pada sistem resmi pemerintah, Desa Tambak tercatat menerima anggaran sebagai berikut :
1. Tahun 2019
Pagu & Penyaluran: Rp 1.952.724.000
2. Tahun 2020
Pagu & Penyaluran: Rp 1.917.863.000
3. Tahun 2021
Pagu & Penyaluran: Rp 1.867.528.000
4. Tahun 2022
Pagu & Penyaluran: Rp 2.247.457.000
5. Tahun 2023
Pagu & Penyaluran: Rp 2.389.440.000
6. Tahun 2024
Pagu & Penyaluran: Rp 2.559.680.000
7. Tahun 2025
Pagu & Penyaluran: Rp 1.891.791.000
Total Dana Desa sejak 2019–2025 mencapai lebih dari Rp 14,8 miliar
Namun hingga kini, jalan penghubung antar dusun di Desa Tambak masih berupa tanah, tanpa aspal maupun beton, dan semakin memburuk setiap musim hujan.
Warga Pertanyakan Transparansi
“Kami heran, dana desa tiap tahun miliaran, tapi jalan tetap seperti ini. Kalau hujan, licin sekali, anak sekolah dan orang sakit sangat berisiko,” ujar seorang warga Desa Tambak yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga berharap Pemkab Sampang, Bupati Sampang, serta dinas terkait segera turun langsung ke lapangan dan tidak hanya menerima laporan administratif di atas meja.
“Dana Desa seharusnya untuk kesejahteraan masyarakat. Kalau jalan saja tidak dibenahi, ke mana anggaran itu dialokasikan?” tegas warga lainnya.
Aroma Dugaan Penyimpangan Menguat
Kondisi ini
memunculkan dugaan kuat adanya ketidaktepatan penggunaan Dana Desa, bahkan tidak menutup kemungkinan penyimpangan anggaran. Warga mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan Dana Desa Tambak selama beberapa tahun terakhir.
Tim awak media yang tergabung dalam Central Berita Lembah Arasia menegaskan akan terus melakukan pemantauan, penelusuran dokumen, dan investigasi lanjutan, serta membuka peluang pelaporan resmi kepada Inspektorat, APIP, hingga Aparat Penegak Hukum (APH) apabila ditemukan indikasi pelanggaran.
Desakan Publik
Masyarakat Desa Tambak menuntut :
– Perbaikan jalan secara permanen (beton/aspal)
– Transparansi realisasi Dana Desa
– Evaluasi kinerja kepala desa dan perangkat terkait
– Pengawasan ketat dari Pemkab dan dinas teknis
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa Tambak maupun dinas terkait.
