Surabaya – Kolonel Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory resmi meraih gelar Doktor Administrasi Publik dari Universitas Hang Tuah (UHT). Robinson dinyatakan lulus dengan hasil memuaskan setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka promosi doktor di Ballroom Lantai 5 Gedung Pascasarjana UHT, Selasa (1/9/2026).

Hasil tersebut dibacakan oleh Dekan FISIP UHT yang juga bertindak sebagai Ketua Sidang Terbuka, Dr. M. Husni Tamrin, S.AP., M.KP., setelah seluruh rangkaian ujian dan proses penilaian terhadap promovendus selesai dilaksanakan.
Dalam ujian terbuka tersebut, Robinson mempertahankan disertasi berjudul “Pengaruh Kemiskinan Masyarakat Pesisir dan Keamanan Maritim terhadap Diplomasi Maritim dengan Mediasi Kebijakan Kelautan Indonesia di Selat Malaka”.

Penelitian tersebut mengambil studi pada masyarakat pesisir Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara. Kajian Robinson menyoroti keterkaitan kemiskinan masyarakat pesisir, keamanan maritim, kebijakan kelautan Indonesia, serta diplomasi maritim di Selat Malaka.
Robinson tercatat sebagai promovendus dengan NIM 20210540003. Ia diuji oleh tim akademisi yang terdiri dari Ketua Sidang Dr. M. Husni Tamrin, S.AP., M.KP., Promotor Prof. Dr. Ir. Siswo Hadi S., M.MT., IPU, Co-Promotor 1 Prof. Dr. Agus Subianto, M.Si., dan Co-Promotor 2 Prof. Dr. Viv Djavat Prasanta, Drs., M.App., M.Sc.
Tim penguji internal terdiri dari Dr. Sri Wahyuni, M.Si., Dr. Budi Rianto, M.Si., dan Dr. Herman, S.Sos., M.S.M. Sedangkan penguji eksternal yakni Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs., M.Si. dari FISIP Universitas Airlangga serta Kolonel Laut (P) Dr. Moch Anton Maulana, SE., MM., M.Tr.Opsla., MDM., PhD.
Rektor Universitas Hang Tuah, Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng., mengapresiasi capaian akademik Robinson.
Menurut Avando, keberhasilan Robinson menyelesaikan pendidikan doktor menunjukkan pentingnya penguatan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi akademik sekaligus memahami persoalan kemaritiman.
“Universitas Hang Tuah terus mendorong lahirnya doktor-doktor yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menghasilkan pemikiran dan penelitian yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung kepentingan bangsa di bidang kemaritiman,” ujar Avando.
Ia berharap disertasi Robinson dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan kelautan Indonesia, khususnya dalam memperkuat diplomasi maritim dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Disertasi yang mengangkat masyarakat pesisir dan diplomasi maritim ini sejalan dengan jati diri Universitas Hang Tuah sebagai perguruan tinggi yang memiliki kekuatan pada bidang kemaritiman,” tambahnya.
Dengan dinyatakan lulus, Robinson resmi menyandang gelar Doktor Administrasi Publik dari Universitas Hang Tuah.
